Menyelami lautan sunyi (The Silent Sea review)



 Pada puncak pergantian tahun, saya memutuskan untuk nonton series netflix yang berjudul The Silent Sea.

 Ketika pertama kali melihat judulnya, terbayang di kepala drama ini akan menceritakan tentang lautan(?). Tapi ternyata bukan lautan secara fisik yang seperti kita ketahui. Hal ini mengingatkan saya dengan salah satu drama korea yang berjudul "Happiness". Sempat bingung, kenapa judulnya happy tapi isinya tentang krisis menghadapi wabah penyakit?. Dimana letak kebahagiannya?. Di lain kesempatan saya akan mengulas lebih jauh tentang drama ini hehe.

Alasan saya nonton drama ini karena pemain utamanya Gong Yoo ahjussi, dan cuma 8 episode hehe. Saya yakin kalau drama yang dibintangi ahjussi ini pasti bagus. Plus saya jadi kenal salah satu artis chungmuro (artis kelas A)  yaitu Bae Doona. Karena jujur saja, saya baru kali ini ketemu sama Bae Doona. Setelah selesai nonton, saya kepoin pemainnya. Dan fakta yang saya temukan semakin membuat saya terkesan. Saya pun bertekat mencoba nonton drama lain yang dibintangi oleh Bae Doona.

 Mari mulai mengulas tentang jalan cerita dari "the silent sea". Ketika kita melihat bulan, akan nampak beberapa bagian yang berwarna gelap. Nah, tempat itu dinamakan silent sea. Hal ini dijelaskan pada salah satu scene dimana dr Song (Bae Doona) saat masih remaja sedang duduk berdua di sebuah pinggiran laut yang mengering bersama dengan kakak perempuannya menggunakan baju duka.

Laut yang mengering? Benar, Drama ini berlatar tahun 2075 dimana bumi mengalami krisis air. Tidak ada tumbuhan di tanah, sungai dan laut mengering, hujan tidak pernah turun lagi. Untuk mengakali keterbatasan air, pemerintah korea selatan membagi masyarakat menjadi beberapa kelas. Mereka harus mengantri demi mendapatkan jatah air yang mereka ambil dengan cara seperti ketika hendak masuk pintu tol. Tap kartu. Maka air yang keluar akan disesuikan dengan kelas yang tertera di kartu tersebut. Aku pribadi tidak bisa membayangkan, yang awalnya bumi merupakan 80% air. Tubuh manusia juga didesain membutuhkan air untuk keberlangsungan hidup, lantas menghadapi krisis semacam itu.

 Krisis air berbanding lurus dengan kemajuan teknologi dan science. Pada tahun itu, SAA (semacam lembaga pengembangan ilmu pengetahuan dan riset) membentuk sebuah tim untuk diberangkatkan menuju pangkalan balhae yang berada di bulan. Pangkalan balhae adalah milik korea selatan yang sudah ditutup selama 5 tahun karena adanya tragedi. Dari awal tim terbentuk sampai ketika waktunya mereka hendak berangkat, mereka tidak diberitahu secara rinci bagaimana keadaan di sana dan alasan jelas kenapa tempat itu sempat ditutup. Tim yang terdiri dari 11 anggota itu sempat mengalami pergantian co-pilot pada detik-detik terakhir keberangkatan. Waktu scene ini saya mulai curiga, kayaknya nggak bener nih si co-pilot yang baru. Haha.



Jadi, mereka mau ngapain nih di pangkalan balhae? Karena menghindari spoiler lebih jauh lagi maka saya akan jelaskan garis besarnya saja.

Misi utama mereka adalah mengambil sampel yang pernah diteliti sebelum akhirnya ditutup 5 tahun yang lalu di pangkalan balhae. Sampel ini yang nantinya diharapkan bisa menjadi solusi dari krisis yang ada di bumi.

Pas nonton ini, dibuat terkagum-kagum dan penuh tanda tanya. Ini gimana caranya bikin set bangunan pangkalan balhae yang sebagua itu?. Tau kok kalau pasti banyak peran green screen, tapi pastinya tidak sepenuhnya. Pas selesai nonton, saya search lebih jauh lagi ternyata butuh waktu 2 tahun buat bikin set sebagus itu dan waktu 1 tahun untuk proses shootingnya. Tapi emang bagus banget sih hasilnya. Meskipun dalam lubuk hatiku juga bertanya, emang bisa ya bangunan sebegitu besarnya berdiri di bulan? Tapi namanya juga drama ya apa saja jadi mungkin. Sisi lain otakku juga berkata, ya mungkin saja terjadi di masa depan. Teknologi dan ilmu pengetahuan kan semakin maju.

Berikut sedikit cuplikan dari behind the scene:

Ternyata di sana banyak fakta mengejutkan,  yang mereka cari adalah sebuah air bulan (disebut air lunar). Air bulan tentu berbeda dengan air bumi. Air lunar bisa berkembang biak dengan sangat cepat, asalkan bersentuhan dengan makhluk hidup. Ketika manusia terkontaminasi dengan air lunar, maka dia akan merasakan halusinasi seperti sedang tenggelam di laut. Sampai dia mengeluarkan banyak sekali air dari mulutnya (pas tau scene ini saya jadi teringat drama The Guest, soalnya sama-sama mengeluarkan banyak air dari mulut). Hal ini dikarenakan air lunar berkembang biak dalam tubuh sampai membunuh inangnya (tubuh manusia). 

Untuk mengetahui lebih lanjut jalan ceritanya, bisa dicoba nonton sendiri ya. Cuma 8 episode saja kok. Sehari nonton juga bisa selesai. Wkwk. 

Terima kasih sudah membaca tulisan ala kadarnya ini.

Sampai jumpa di review drama korea selanjutnya. Annyeong💜.





Komentar