Almond (review novel Almond by Sohn Won Pyung)


Sebelum memulai review ada sedikit hal yang perlu aku sampaikan (sebenernya tidak terlalu penting juga sih hehe). Terhitung sudah berbulan-bulan sejak terakhir aku membaca novel, atau bahkan setahun lebih(?).
Hari itu seperti biasa aku menghabiskan waktu (tidak produktif) dengan scroll timeline twitter. Seseorang bertanya rekomendasi novel terjemahan dari korea, beberapa merekomendasikan novel Almond. Aku jadi penasaran. Tanpa berfikir panjang, saya membaca novel Almond secara digital lewat sebuah aplikasi dari salah satu penerbit besar di indonesia. Setelah selesai membaca dan ketika hendak mereview tentang novel ini, aku baru  tahu kalau ternyata salah satu personil BTS membaca novel ini juga. Terlihat ketika tayangan BTS In The Soop Season 1 tahun 2020, salah satu scene Suga BTS tengah membaca novel ini. Setelah itu, jadi banyak yang dibuat penasaran novel ini seperti apa.
              (Gambar dari salah satu toko di oren)
Karena aku berangkat dari rasa penasaran, jadi aku tidak menaruh banyak ekspektasi dari novel ini. Baiklah, mari mulai review hehe.

Novel karya Sohn Won Pyung ini berhalaman sejumlah 222. Terlihat dari sampulnya bahwa tokoh utama dari novel ini adalah seorang anak laki-laki, karena memang novel remaja. Jenis cerita yang disajikan berfokus pada perkembangan karakter dari masa kecil sampai umur 20 tahunan. 

Tokoh utama bernama Yoon Jae, terlahir dengan Alexitimia yaitu kelainan pada bagian otak disebabkan ukuran amigdala yang kecil. Sehingga ia tidak bisa mersakan belas kasihan, empati, rasa takut, terluka, sedih, senang, bahagia, dan kesulitan mengubah ekspresi. Hal ini tersirat dengan sampul novel gambar anak laki-laki yang datar tanpa ekspresi. 
Ia tidak bisa merasakan apapun kecuali rasa sakit secara fisik.

Yoon Jae hidup bersama dengan ibu dan neneknya. Meski terlahir demikian, sang ibu dengan disiplin dan sabar mengajari anaknya perihal basic manner bersosial dengan orang lain. Sang ibu setiap hari memberi satu buah almond untuk dimakan anaknya, dengan harapan amigdala yang berada di kepalanya bisa normal sebagaimana mestinya.

Hidup Yoon Jae berjalan biasa saja. Sampai pada saat hari natal yang semestinya menjadi hari membahagiakan bagi sebagian orang, namun tidak untuknya di hari itu. Sebuah tragedi menyebabkan ia kehilangan dua orang penting dalam hidupnya. Sejak saat itu Yoon Jae bertahan sendiri, ditemani sisa-sisa buku bekas yang dijual ibunya. Serta pertanyaan-pertanyaan yang terus menumpuk dalam benaknya. 

Semakin beranjak umurnya, hadir pula tokoh-tokoh lain yang berpengaruh cukup besar dalam perkembangan karakternya. Pertemuannya dengan Gon si pembuat onar yang berbuntut panjang sehingga menuntutnya untuk tetap berfikir logis dan netral saat menghadapi Gon. Serta peran Dora memberikan warna baru namun masih asing bagi dirinya.
Buat yang penasaran sama kisahnya, bisa dibaca sendiri ya. Hehe. Aku tidak akan memberi spoiler lebih jauh lagi.

Overall, novel ini sangat ringan. Dibaca 2-3 hari bisa selesai. Novel remaja, tapi cukup memberikan kesan baru bagiku. Salah satu kalimat favoritku dalam novel ini adalah:
"Toko buku itu seperti tempat dengan tingkat populasi tertinggi, baik orang yang masih hidup ataupun yang sudah mati yang ditulis oleh puluhan ribu penulis. Namun, semua buju itu sangat hening. Buku-buku dalam keadaan mati, namun sesaat setelah dibuka, maka akan menumpahkan cerita-cerita di dalamnya, sebanyak cerita yang kuinginkan".

Oh ya, satu hal lagi. Dalam buku ini juga  menceritakan tentang bagaimana peran hati dapat mengendalikan kepala. Logika memang bisa menghasilkan perhitungan yang sempurna, namun hal yang dinamakan perasaan sampai kapanpun akan senantiasa hinggap dan memberi makna lebih pada kehidupan. 

Buat yang pengen baca novel ringan, aku sangat merekomendasikan novel ini. Meskipun novel terjemahan, tapi bahasanya mudah difahami sebagaimana novel yang bukan terjemahan. 

Sekian review ala kadarnya dariku, semoga bisa menambah insight baru untuk teman-teman yang sudah berkenan membaca. Terima kasih yang terdalam aku sampaikan pada kalian.💜




Komentar